Hubungi Kami

Telp/WA : 0823-8280-3003

Alamat YBIS

Ruko Bintan Center Blok R. No 17

LAYANAN OPTIMAL UNTUK PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Oleh: Siti Aslamiah, S.Pd.I
Guru PAUD Islam Terpadu As-Sakinah

Pendidikan anak usia dini sangat penting dilaksanakan sebagai dasar bagi pembentukan kepribadian manusia secara utuh yaitu untuk pembentukan karakter,budi pekerti luhur,cerdas,ceria,terampil dan bertakwa kepada Allah SWT. Perkembangan anak pada tahun-tahun pertama sangat penting dan akan menentukan kualitas anak dimasa depan .

Berdasarkan fakta yang ada  setiap kita menginginkan strategi pembelajaran yang menyenangkan dan khususnya kelas-kelas yang nyaman dan tertutup antara ruangan kelas-kelas yang lain sehingga anak  tidak terganggu konsentrasi belajarnya dengan  kelas-kelas lain.

Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut (UU Nomor 20 Tahun 2003 Bab I Pasal 1 Ayat 14).

Anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan sampai usia 6 tahun. Usia ini merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak (Yuliani Nurani Sujiono, 2009: 7). Usia dini merupakan usia di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat.

Bagaimana strategi pembelajaran untuk anak usia dini?

Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.  Jenis-jenis strategi pembelajaran untuk anak usia dini ada beberapa bentuk diantaranya. Pertama, Strategi pembelajaran yang berpusat pada anak. Contohnya : Setelah anak-anak selesai melakukan kegiatan, kemudian anak diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya secara langsung.pada saat ini guru berusaha agar anak-anak mengungkapkan perasaannya dengan tepat.

Kedua, Strategi pembelajaran melaui bermain. Guru menyampaikan tujuan kegiatan bermain kepada siswa, guru menyampaikan aturan-aturan bermain kepada para siswa, guru menyampaikan aturan –aturan yang harus diikuti  dalam kegiatan bermain, guru menawarkan tugas kepada masing-masing anak, kemudian memperjelas apa yang harus dilakukan oleh setiap anak dalam melakukan tugas.

Semua anak menuju tempat yang sudah disediakan untuk bermain, dengan bimbingan guru peserta permainan mulai melakukan tugas masing-masing, setelah kegiatan selesai setiap anak menata kembali bahan dan peralatan bermainnya dan anak mencuci tanganStrategi Pembelajaran Melalui bercerita

Ketiga, Strategi pembelajaran melalui bercerita. Yakni menetapkan tujuan dan tema cerita. menetapkan bentuk bercerita yang dipilih, misalnya bercerita dengan membaca langsung dari buku cerita, menggunakan gambar-gambar,dst. Menetapkan bahan dan alat yang diperlukan dalam kegiatan bercerita sesuai dengan bentuk bercerita yang dipilih. Menetapkan rancangan langkah-langkah kegiatan bercerita, yang terdiri dari: menyampaikan tujuan dan tema cerita, mengatur tempat duduk, melaksanaan kegiatan pembukaan, mengembangkan cerita, menetapkan teknik bertutur, mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita, kemudian menetapkan rancangan penilaian kegiatan bercerita, untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran dilaksanakan penilaian dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan isi cerita untuk mengembangkan pemahaman anak akan isi cerita yang telah didengarkan.

Keempat, Strategi pembelajaran dengan bernyanyi yakni dengan melakukan beberapa hal diantaranya kegiatan awal : guru memperkenalkan lagu yang akan dinyanyikan bersama dan memberi contoh bagaimana seharusnya lagu itu dinyanyikan serta memberikan arahan bagaimana bunyi tepuk tangan yang mengiringinya. Kegiatan tambahan : anak diajak mendramatisasikan lagu, misalnya lagu Dua Mata Saya, yaitu dengan melakukan gerakan menunjuk organ-organ tubuh yang ada dalam lirik lagu. Kegiatan pengembangan : guru membantu anak untuk mengenal nada tinggi dan rendah dengan alat musik, misalnya pianika.Tahap penilaian, dilakukan dengan memakai pedoman observasi untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang telah dicapai anak secara individual maupun kelompok.

Demikianlah beberapa strategi belajar yang bisa dilakukan dipendidikan anak usia dini, mungkin masih banyak lagi strategi lainnya, namun penulis meyakini beberapa strategi diatas bisa menciptakan kondusifitas anak-anak. Selain strategi mengajar, kondisi kelas juga sangat penting dalam menciptakan pelayanan yang optimal. Untuk mencapai layanan optimal dalam pencapaian proses pembelajaran dikelas, perlu adanya ruangan kelas yang tertutup dengan ruangan kelas lain agar anak-anak dapat belajar dengan optimal dan tidak terganggu dengan kelas-kelas yang lain. Khusus saat ini ruang kelas yang ada di PAUD IT As-Sakinah masih belum begitu optimal. Kedepannya sebagai pendidikan penulis sangat berharap adanya tata ruang kelas yang lebih nyaman.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Open chat